SELAMAT DATANG DI BLOGGER FISIKA
saya akan membagikan ilmu untuk teman - teman fisika dalam memperdalam elektro dasar tentang penguat operasional...
PENGUAT DASAR OPERASIONAL
A.
TUJUAN
Untuk mengetehui:
1.
Pengertian
& sejarah OP-AMP
2.
Karakteristik
ideal OP-AMP
3.
Perbandingan
( komparator )
4.
Pengintegralan
OP-AMP
5.
Pendiferensialan
OP-AMP
6.
Penguat
menggunakan OP-AMP
7.
Ap-Amp
IC
B.
PEMBAHASAN
1.
Pengertian
& sejarah OP-AMP
Operational Amplifier atau di singkat op-amp merupakan salah
satu komponen analog yang sering digunakan dalam berbagai aplikasi
rangkaian elektronika. Aplikasi op-amp yang paling sering dipakai antara lain
adalah rangkaian inverter, non-inverter, integrator dan differensiator.
Penguat operasional
merupakan penguat masuk differensial berperolehan tinggi gandeng langsung.
Istilah penguat operasional pertama kali digunakan oleh penguat dc (arus
searah) yang membentuk operasi matematika seperti penjumlahan, pengurangan,
integrasi dan differensiasi dalam komputer analog. Di samping itu, OP AMP
digunakan pula dalam pengatur tegangan, filter aktif, instrumentasi, pengubah
analog ke digital dan digital ke analog, dan banyak penggunaan lain.
Awal dari penggunaan
penguat operasional adalah tahun 1940-an, ketika sirkuit elektronika dasar dibuat dengan menggunakan tabung
vakum untuk melakukan
operasi matematika seperti penjumlahan,pengurangan,perkalian,pembagian,integral dan turunan.
Istilah penguat operasional itu sendiri baru digunakan pertama kali oleh John
Ragazzini dan kawan-kawan dalam sebuah karya tulis yang dipublikasikan pada tahun 1947,
Kutipan bersejarah dalam karya tulis tersebut adalah:
"As an amplifier so connected can perform the mathematical
operations of arithmetic and calculus on the voltages applied to its inputs, it
is hereafter termed an operational amplifier." (Ragazzini,
et.al, 1947) (dalam bahasa indonesia: "Oleh karena penguat dapat dihubungkan untuk melakukan operasi
matematika dan kalkulus terhadap tegangan yang dikenakan terhadap masukannya,
maka digunakan istilah penguat operasional.")
2.
Karakteristik
ideal OP-AMP
Penguat operasional
banyak digunakan dalam berbagai aplikasi karena beberapa keunggulan yang
dimilikinya, seperti penguatan yang tinggi, impedansi masukan yang tinggi,
impedansi keluaran yang rendah dan lain sebagainya.
Berikut ini adalah
karakteristik dari Op Amp ideal:
¨ Penguatan tegangan lingkar terbuka (open-loop voltage gain) AVOL = -¥
¨ Penguatan tegangan lingkar terbuka (open-loop voltage gain) AVOL = -¥
Penguatan
tegangan lingkar terbuka (open loop voltage gain) adalah penguatan diferensial
Op Amp pada kondisi dimana tidak terdapat umpan balik (feedback) yang
diterapkan padanya
¨ Tegangan ofset keluaran (output offset voltage) VOO = 0
Tegangan ofset keluaran (output offset voltage) VOO adalah harga
tegangan keluaran dari Op Amp terhadap tanah (ground) pada kondisi tegangan
masukan Vid = 0
¨ Hambatan masukan (input resistance) RI = ¥
¨ Hambatan masukan (input resistance) RI = ¥
Hambatan
masukan (input resistance) Ri dari Op Amp adalah besar hambatan di antara kedua
masukan Op Amp.
¨ Hambatan keluaran (output resistance) RO = 0
Hambatan Keluaran (output resistance) RO dari Op Amp adalah
besarnya hambatan dalam yang timbul pada saat Op Amp bekerja sebagai pembangkit
sinyal.
¨ Lebar pita (band width) BW = ¥
¨ Lebar pita (band width) BW = ¥
Lebar
pita (band width) BW dari Op Amp adalah lebar frekuensi tertentu dimana
tegangan keluaran tidak jatuh lebih dari 0,707 dari harga tegangan maksimum
pada saat amplitudo tegangan masukan konstan.
¨ Waktu tanggapan (respon time) = 0 detik
¨ Waktu tanggapan (respon time) = 0 detik
Waktu
tanggapan (respon time) dari Op Amp adalah waktu yang diperlukan oleh keluaran
untuk berubah setelah masukan berubah.
¨ Karakteristik tidak berubah dengan suhu
¨ Karakteristik tidak berubah dengan suhu
Sebagai
mana diketahui, suatu bahan semikonduktor yang akan berubah karakteristiknya
apabila terjadi perubahan suhu yang cukup besar. Pada Op Amp yang ideal, karakteristiknya
tidak berubah terhadap perubahan suhu. Tetapi dalam prakteknya, karakteristik
sebuah Op Amp pada umumnya sedikit berubah, walaupun pada penerapan biasa,
perubahan tersebut dapat diabaikan.
sebuah Op Amp yang baik
harus memiliki karakteristik yang mendekati kondisi ideal.
3. Perbandingan ( komparator )
Komparator
(pembanding) merupakan salah satu aplikasi yang memanfaatkan bati
simpal terbuka penguat operasional yang sangat besar. Ada jenis penguat
operasional khusus yang memang difungsikan semata-mata untuk penggunaan ini dan
agak berbeda dari penguat operasional lainnya dan umum disebut juga dengan komparator
.Komparator membandingkan dua tegangan listrik dan mengubah keluarannya untuk
menunjukkan tegangan mana yang lebih tinggi.
4.
Pengintegralan OP-AMP
5.
Pendiferensialan OP-AMP
Penguat
diferensial adalah suatu penguat yang bekerja dengan memperkuat sinyal yang
merupakan selisih dari kedua masukannya. Berikut ini adalah gambar skema dari
penguat diferensial sederhana:
6. Penguat
aperasional
Penguat operasional (Op Amp) adalah
suatu rangkaian terintegrasi yang berisi beberapa tingkat dan konfigurasi
penguat diferensial yang telah dijelaskan di atas. Penguat operasional memilki
dua masukan dan satu keluaran serta memiliki penguatan DC yang tinggi. Untuk
dapat bekerja dengan baik, penguat operasional memerlukan tegangan catu yang
simetris yaitu tegangan yang berharga positif (+V) dan tegangan yang berharga
negatif (-V) terhadap tanah (ground).
Berikut ini adalah simbol dari penguat operasional:
7.
AP-AMP
IC
C.
KESIMPULAN
D.
DAFTAR
PUSTAKA
Adi
Endarta.http//www.google Elektronika,kewirausahaan dan pendidikan OP-AMP.com
(diakses pada kamis 29 januari 2015 pkl 08.00)
Serodja
Ryan. http//www.google karakteristik ideal OP-AMP.com ( diakses
pada kamis 29 januari 2015 pkl 08.10)
Stemzi
Dodixz. http//www.google Op-Amp.com (di akses pada kamis 29 januari 2015
pkl 08.15)